Memuat berita terbaru...

Slogan "No Viral, No Justice" Gugur Hadapi Dugaan Sindikat Judi Sabung Ayam dan Dadu 'Pak Kulit' di Patumbak yang Seolah Kebal Hukum

Patumbak, Fenomena "No Viral, No Justice" yang belakangan kerap menjadi senjata pamungkas masyarakat pencari keadilan tampaknya menemui jalan buntu di Patumbak. Meski keresahan warga terus disuarakan, bukti visual dilaporkan hampir setiap hari, dan beritanya telah menjadi konsumsi publik, dugaan praktik judi dadu dan sabung ayam yang disinyalir dikendalikan oleh kelompok 'Pak Kulit' dan 'Mak Onces' masih melenggang bebas.

Faktanya, paparan ke publik mengenai beroperasinya jaringan ini bukanlah hal baru. Redaksi Liputan16.com tercatat telah menaikkan pemberitaan terkait dugaan sindikat judi ini sejak 28 September 2026 melalui tajuk "Diduga Dapat 'Restu', Sindikat Judi Sabung Ayam dan Dadu Jaringan 'Pak Kulit' Beroperasi Bebas di Wilayah Hukum Polsek Patumbak".

Namun sangat disayangkan, terhitung sejak pemberitaan perdana tersebut hingga detik ini, sama sekali tidak terlihat adanya tindakan konkret maupun penertiban di lapangan. Rentetan pembiaran yang terjadi secara kasatmata berminggu-minggu ini memicu opini liar di ruang publik. Muncul dugaan kuat di tengah masyarakat bahwa jajaran Polrestabes Medan dan Polsek Patumbak terkesan enggan, menutup mata, atau bahkan diduga tidak berani menindak tegas jaringan sindikat tersebut.

Keresahan warga ini sangat beralasan. Pasalnya, meja redaksi terus menerima tumpukan dokumen pendukung dari masyarakat setempat yang melaporkan bahwa kegiatan ilegal tersebut masih berlangsung setiap harinya. Baru-baru ini, kami kembali menerima serangkaian bukti visual teranyar berupa foto-foto yang memperlihatkan kerumunan massa di area yang diduga kuat sebagai lapak perjudian dan arena sabung ayam.

Tumpukan bukti baru ini kian melengkapi arsip investigasi kami sebelumnya, termasuk rekaman amatir pada Senin (5/10/2026) pukul 15:57 WIB yang menyorot kerumunan pria dengan celetukan khas transaksi judi "Aku pasang aja lah...", serta pantauan keramaian kendaraan di Jl. Talun Kenas - Patumbak No.199, Lantasan Baru pada Minggu (4/10/2026).

Sangat disayangkan, upaya redaksi dalam menjalankan fungsi kontrol sosial sekaligus memberikan ruang cover both sides nyatanya bertepuk sebelah tangan. Pesan permohonan klarifikasi resmi yang telah dilayangkan via WhatsApp kepada jajaran pemangku kebijakan sama sekali tak mendapat balasan. Deretan petinggi kepolisian yang dikonfirmasi antara lain Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dr. Jean Calvijn Simanjuntak, S.I.K., M.H., Wakapolrestabes Medan AKBP Rudy Silaen, S.H., S.I.K., M.I.Kom., Kasat Intelkam Kompol Lengkap Suherman Siregar, S.H., M.H., Kanit Pidum Satreskrim Iptu M Hafizullah, hingga Kapolsek Patumbak AKP M Tommy Franata dan Kanit Reskrim Iptu Omrin Siallagan, S.H.

Kebisuan serupa juga didapati saat redaksi meneruskan desakan klarifikasi kepada Panglima Kodam I/Bukit Barisan (Pangdam I/BB), Mayor Jenderal TNI Hendy Antariksa, guna memastikan tidak adanya oknum aparat yang membekingi aktivitas ilegal tersebut. Hingga berita ini diterbitkan, tidak ada satu pun dari jajaran petinggi keamanan tersebut yang bersedia merespons atau memberikan jawaban resmi.

Dalam kacamata transparansi publik, kebisuan berjamaah dari para pemangku kebijakan ini berisiko fatal menggerus kepercayaan masyarakat terhadap institusi negara. Slogan "Presisi" Polri kini benar-benar diuji di wilayah Patumbak.

Kini, di tengah matinya responsibilitas aparat di tingkat resor dan sektor, masyarakat menyandarkan harapan besar di bawah kepemimpinan Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Kapolda Sumut) yang baru, Irjen Pol. Sonny Irawan. Publik menanti gebrakan dan tindakan nyata sang Jenderal Bintang Dua untuk menyapu bersih dugaan sindikat jaringan judi dadu dan sabung ayam 'Pak Kulit dan Mak Onces' yang disinyalir telah kebal hukum dan mengakar menahun di Sumatera Utara. (Tim)