Memuat berita terbaru...

Diduga Seolah Tak Tersentuh, Sabung Ayam 'Entong' di Mabar Hilir Tantang Komitmen Polres Pelabuhan Belawan

  


​MEDAN — Sorotan tajam publik dan desakan berbagai elemen masyarakat tampaknya belum cukup untuk menghentikan laju aktivitas yang diduga kuat sebagai praktik perjudian sabung ayam di kawasan Mabar Hilir, Medan Deli. Bukannya menutup rapat pintu setelah menuai polemik, arena yang santer dikabarkan dikelola oleh pria berinisial 'E' alias Entong ini justru kembali menunjukkan eksistensinya.


​Berdasarkan informasi yang dihimpun dan pantauan di sekitar lokasi, arena tersebut terpantau kembali beroperasi secara leluasa pada hari Minggu (akhir pekan) dan berlanjut hingga Senin awal pekan ini.

​Kembali beroperasinya lokasi ini di hari-hari yang notabene merupakan waktu rawan keramaian memunculkan ironi tersendiri. Kendaraan yang diduga milik para pengunjung dan partisipan tampak memadati area sekitar pada hari Minggu, dan geliat aktivitas serupa masih terlihat berlanjut pada keesokan harinya, Senin. Situasi ini seolah menjadi pesan tersirat bahwa pihak pengelola merasa aman dari jangkauan penegakan hukum.

Tanda Tanya Besar atas Kinerja Polres Pelabuhan Belawan

​Beroperasinya kembali arena 'Entong' pada hari Minggu dan Senin seakan mengonfirmasi kekhawatiran masyarakat tentang adanya dugaan pembiaran. Publik kini mempertanyakan komitmen pemberantasan penyakit masyarakat (pekat) yang seharusnya menjadi agenda wajib jajaran Polres Pelabuhan Belawan.

​Hingga berita lanjutan ini diturunkan, jajaran petinggi Polres Pelabuhan Belawan nyatanya masih mempertahankan sikap "puasa bicara". Saat redaksi berupaya memenuhi asas keberimbangan berita dengan melayangkan pesan konfirmasi secara resmi, Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Belawan, AKP Agus Purnomo, S.H., M.H., tidak bersedia membalas konfirmasi redaksi dan terkesan memilih bungkam. 

​Sikap pasif ini dinilai sangat merugikan institusi kepolisian, mengingat lambatnya respons aparat penegak hukum di tingkat resor dapat menggerus tingkat kepercayaan publik (public trust) terhadap slogan 'Polri Presisi'.

​Masyarakat Menagih Janji Presisi

​Seorang tokoh masyarakat pemerhati keamanan di Medan Utara, yang enggan disebutkan namanya demi alasan keamanan, menyayangkan situasi ini. Ia menilai bahwa fakta beroperasinya kembali arena tersebut pada Minggu dan Senin merupakan bentuk pembangkangan terbuka terhadap wibawa aparat.

​"Kalau hari Minggu dan Senin masih bisa buka setelah beritanya viral, ini bukan lagi sekadar soal sabung ayamnya, tapi soal wibawa negara. Apakah hukum kita tumpul di Mabar Hilir? Aparat harus turun mengecek, jangan diam apalagi terkesan menutup mata. Kalau tidak ada kegiatan, sampaikan tidak ada. Kalau ada, bubarkan dan tindak pengelolanya sesuai hukum," tegasnya.
​Atensi Penuh Menuju Polda Sumut

​Kebuntuan informasi dan absennya tindakan konkret dari Polsek setempat dan Polres Pelabuhan Belawan membuat masyarakat kini mengalihkan harapan ke tingkat yang lebih tinggi. Desakan agar Kapolda Sumatera Utara (Sumut) beserta jajaran Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) dan Bid Propam Polda Sumut segera mengambil alih penanganan kasus ini semakin menguat.

​Polda Sumut diharapkan tidak segan menurunkan tim investigasi internal maupun tim penindak untuk melakukan sterilisasi di Mabar Hilir. Langkah ini dinilai mendesak untuk memastikan tidak ada oknum yang memberikan keistimewaan atau perlindungan di luar batas kewenangan terhadap aktivitas ilegal tersebut.

​Kini, bola panas berada di tangan aparat penegak hukum. Masyarakat Mabar Hilir dan Kota Medan secara luas menanti pembuktian nyata: mampukah kepolisian menutup permanen arena 'Entong', atau wibawa hukum akan terus tertantang oleh aktivitas yang diduga ilegal tersebut di setiap akhir dan awal pekan? (Tim)