Kegiatan sosialisasi ini dihadiri oleh jajaran tenaga kesehatan, pasien ibu hamil, serta pengunjung rumah sakit. Program KARTINI SIGAP difokuskan pada peningkatan literasi masyarakat sekaligus penyediaan fasilitas deteksi dini gangguan kelenjar tiroid selama masa kehamilan melalui pemeriksaan Thyroid Stimulating Hormone (TSH) secara gratis.
Secara medis, disfungsi tiroid pada ibu hamil kerap asimtomatik atau tidak menunjukkan gejala spesifik. Kendati demikian, apabila tidak terdeteksi dan ditangani sejak dini, kondisi ini berisiko tinggi mengganggu kesehatan maternal dan menghambat optimalisasi tumbuh kembang janin.
Merespons urgensi tersebut, RSUD Pancur Batu mengintegrasikan inovasi KARTINI SIGAP ke dalam standar pelayanan Antenatal Care (ANC). Layanan ini dirancang agar ibu hamil bisa mendapatkan penanganan medis yang cepat, akurat, dan terpadu apabila hasil skrining menunjukkan indikasi yang memerlukan tindak lanjut klinis.
Pelayanan KARTINI SIGAP beroperasi setiap hari Sabtu, mulai pukul 08.00 hingga 13.00 WIB. Selain memfasilitasi uji laboratorium TSH tanpa biaya, program ini juga memberikan edukasi komprehensif kepada peserta mengenai manajemen risiko tiroid selama kehamilan.
Dalam sosialisasi tersebut, tim medis turut memaparkan alur klinis layanan yang transparan dan efisien. Alur pelayanan dimulai dari:
Registrasi ibu hamil.
Skrining awal risiko tiroid.
Pengambilan sampel laboratorium dan pemberian edukasi.
Penyampaian hasil pemeriksaan secara digital (melalui WhatsApp untuk hasil normal).
Pemberian rujukan atau tata laksana medis lanjutan bagi pasien dengan hasil yang memerlukan evaluasi.
Melalui implementasi KARTINI SIGAP, RSUD Pancur Batu optimistis dapat memperluas cakupan skrining TSH di kalangan ibu hamil, sehingga komplikasi akibat gangguan tiroid dapat ditekan secara signifikan.
Kehadiran program ini menjadi wujud nyata komitmen RSUD Pancur Batu dalam menghadirkan akses layanan kesehatan yang inklusif, berkualitas, dan berorientasi penuh pada keselamatan ibu dan bayi.