Memuat berita terbaru...

Menanti Tindakan Kapolda: Hari Ini Beroperasi & Besok Event, Warga Teriak 'Percuma Lapor Polisi' Atas Dugaan Sindikat Judi Sabung Ayam & Dadu 'Pak Kulit' di Patumbak

  


PATUMBAK
– Seakan menantang supremasi hukum secara terang-terangan, arena dugaan judi sabung ayam dan dadu 'Pak Kulit dan Mak Onces' yang berlokasi di Jl. Jahe, Patumbak Satu, justru dilaporkan sedang beroperasi bebas dan dipadati oleh kerumunan massa saat berita ini diturunkan. Aktivitas yang seolah tak tersentuh hukum ini menjadi ironi tajam di tengah keheningan jajaran Polsek Patumbak dan Polrestabes Medan.

Lebih mengejutkan lagi, saat ini beredar desas-desus yang sangat kuat di kalangan masyarakat bahwa arena dugaan judi tersebut sedang mempersiapkan penyelenggaraan event atau turnamen sabung ayam berskala Nasional yang dikabarkan akan digelar pada esok hari. Rencana perhelatan besar-besaran yang seolah menantang wibawa penegak hukum ini semakin mempertebal keresahan publik.

Sikap pasif dan minimnya transparansi dari aparat kepolisian disinyalir memicu tumbuhnya apatisme yang kian mengakar di tengah masyarakat. Pembiaran yang berlarut-larut ini pada akhirnya memunculkan kembali sentimen kelam di ruang publik: "Percuma Lapor Polisi".

Penjagaan Bersenjata Tajam dan Rumor Beking Aparat

Kekecewaan warga setempat kini telah berada di titik nadir. Sikap "tutup mata" kepolisian yang membiarkan arena di Jl. Jahe tersebut tetap beroperasi ramai memunculkan rumor kelam di akar rumput mengenai adanya dugaan intervensi dari pihak-pihak tertentu.

Berdasarkan informasi dan desas-desus yang berkembang di lapangan, akses pintu masuk menuju arena dugaan judi tersebut dikabarkan dijaga sangat ketat. Di lokasi pintu masuk, terpantau keberadaan sekitar empat pria berambut cepak yang diduga kuat merupakan oknum aparat TNI. Warga menyebut, para penjaga tersebut secara terang-terangan menenteng senjata tajam jenis parang, menciptakan atmosfer intimidasi dan rasa takut bagi masyarakat sekitar maupun pihak luar yang mencoba mendekat.

Hal ini diungkapkan secara gamblang oleh salah seorang warga setempat yang meminta identitasnya dirahasiakan demi alasan keamanan.

"Percuma lapor polisi, Bang. Praktik dugaan judi Pak Kulit ini sudah tahunan beroperasi, dan lihat saja sekarang, di lokasi masih ramai orang di sana apalagi katanya besok ada event nasional. Di depan pintu masuknya saja dijaga sama empat orang cepak-cepak bawa parang, diduga kuat itu oknum TNI. Warga di sini sering melihat dugaan oknum aparat dari institusi berseragam lain berada di lokasi tersebut. Makanya muncul dugaan kalau polisi mungkin segan atau takut untuk menindak. Apalagi di bawah santer beredar kabar bahwa ada oknum berinisial S dari kesatuan tertentu yang diduga kuat bertindak mengatur semua ini agar tetap aman," ungkap warga tersebut dengan nada pesimis dan ketakutan.

Kompak Bungkam, Konfirmasi Redaksi Diabaikan

Sangat disayangkan, itikad redaksi dalam menjalankan fungsi kontrol sosial sekaligus memberikan ruang keberimbangan berita (cover both sides) nyatanya hanya bertepuk sebelah tangan. Pesan permohonan klarifikasi resmi yang dilayangkan via WhatsApp kepada jajaran pemangku kebijakan keamanan sama sekali tak mendapat respons.

Deretan petinggi kepolisian yang telah dikonfirmasi secara resmi oleh redaksi antara lain:

  1. Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Dr. Ferry Walintukan, S.I.K., S.H., M.H.

  2. Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Dr. Jean Calvijn Simanjuntak, S.I.K., M.H.

  3. Wakapolrestabes Medan, AKBP Rudy Silaen, S.H., S.I.K., M.I.Kom.

  4. Kasat Intelkam Polrestabes Medan, Kompol Lengkap Suherman Siregar, S.H., M.H.

  5. Kanit Pidum Satreskrim Polrestabes Medan, Iptu M Hafizullah

  6. Kapolsek Patumbak, AKP M Tommy Franata

  7. Kanit Reskrim Polsek Patumbak, Iptu Omrin Siallagan, S.H.

Mirisnya, hingga berita ini diterbitkan, tidak ada satu pun dari deretan perwira tersebut yang bersedia membalas konfirmasi redaksi maupun memberikan jawaban resmi terkait langkah penindakan dan keresahan warga Patumbak.

Dalam kacamata transparansi dan etika publik, "kebisuan berjamaah" ini berisiko fatal menggerus kepercayaan masyarakat terhadap institusi negara dan mempertaruhkan muruah slogan "Presisi" Polri.

Desakan Propam Polda Sumut Turun Tangan

Di tengah matinya responsibilitas jajaran Polsek Patumbak hingga Polrestabes Medan, publik kini mendesak Bidang Profesi dan Pengamanan (Bid Propam) Polda Sumatera Utara untuk segera turun gunung. Propam didesak melakukan audit investigasi menyeluruh terhadap kinerja Kapolsek Patumbak beserta jajaran Reskrimnya untuk memastikan apakah ketiadaan penindakan ini murni karena kelalaian tugas (dereliction of duty), atau justru ada pembiaran terstruktur.

Masyarakat kini menggantungkan harapan terakhir kepada ketegasan Kapolda Sumatera Utara, Irjen Pol. Sonny Irawan. Publik menanti gebrakan nyata dari pimpinan tertinggi di Sumut tersebut untuk menyapu bersih arena dugaan praktik perjudian di Jl. Jahe, Patumbak Satu, serta mencegah terlaksananya event nasional di lokasi tersebut. Kapolda juga didesak segera berkoordinasi dengan instansi militer maupun propam POM TNI terkait pengusutan empat pria cepak berparang di pintu masuk, jika memang terindikasi ada oknum berseragam yang menjadi pelindung sindikat tersebut.

Negara tidak boleh terlihat lemah, apalagi tunduk di bawah kendali sindikat perjudian dan premanisme bersenjata. Jika pembiaran ini terus berlanjut dan aparat tetap memilih diam, maka jangan salahkan masyarakat apabila stigma "Percuma Lapor Polisi" akan terus menggema dan menjadi noda hitam yang sulit dihapus bagi institusi penegak hukum di Sumatera Utara. (Tim/Red)